22 Februari 2010

Kehormatan Latin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kehormatan Latin adalah frase Latin yang digunakan oleh universitas Amerika untuk menandakan pembedaan level akademis di mana gelar akademis diperoleh.

Biasanya ada tiga jenis penghormatan Latin. Dalam urutan kehormatan meningkat, mereka adalah:

  • cum laude ("dengan hormat")
  • magna cum laude ("dengan kehormatan besar")
  • summa cum laude ("dengan kehormatan tertinggi")

Mereka diberikan kepada pelajar prasarjana dan pascasarjana yang meraih pencapaian akademik yang berbeda. Kehormatan ini biasanya tertulis dalam ijazah.

Biasanya, sebuah peraturan "gelar" kolese atau universitas memberikan aturan yang jelas untuk nilai minimum dan persyaratan lainnya - seperti tesis tertulis - yang dibutuhkan untuk mendapatkan pembedaan kehormatan tertentu.

Meskipun penggunaan kehormatan untuk gelar prasarjana dibatasi dalam akademi Amerika, penggunaan dalam gelar doktor adalah umum di seluruh dunia. Misalnya, Belanda menggunakan kehormatan Latin satu kelas untuk diploma Master. Klasifikasi gelar prasarjana Britania menggunakan skema yang berbeda, digunakan luas (dengan beberapa variasi) di Britania Raya, Irlandia, dan Hong Kong

Kiat Kuliah Mandiri

Kiat Sukses Kuliah Mandiri

Dalam dunia kemahasiswaan, tidak dapat disangkal bahwa salah satu faktor pembantu keberhasilan kuliah adalah tekanan dari para dosen. Faktor ini yang dapat membuat mahasiswa terpacu untuk mengerjakan semua pekerjaan secepat dan sebaik mungkin.

Namun jika kemudian Anda kuliah tanpa pengawasan dan tekanan langsung berupa deadline dan sebagainya dari dosen yang membimbing Anda, artinya Anda dianggap cukup dewasa untuk dapat mengambil keputusan sendiri mengenai masa depan kuliah Anda, seperti halnya pada perkuliahan jarak jauh yang sedang menjadi trend bagi para eksekutif di belahan dunia Amerika dan Eropa saat ini. Dalam hal ini, motivasi pribadi adalah satu-satunya faktor penentu keberhasilan kuliah Anda.

Beberapa kendala keberhasilan kuliah mandiri :

1. Tidak ada jadwal kuliah yang pasti.
2. Tidak ada urutan prioritas mengenai apa yang harus dipelajari lebih dulu.
3. Berpindah pindah dari tugas yang satu ke tugas kuliah yang lain.
4. Sering menggunakan alasan halangan yang kecil untuk kemudian melalaikan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar.
5. Belajar dengan cara marathon.
6. Belajar di atas tempat tidur.
7. Belajar terlalu banyak materi sekaligus.
8. Belajar di tempat yang sangat gaduh/ramai.
9.

Belajar di tempat dekat televisi, telepon, jendela atau tempat lainnya yang mudah membuyarkan konsentrasi.

10. Kebiasaan suka menunda pekerjaan.

Berikut adalah kiat sederhana kuliah mandiri namun sangat jarang diperhatikan:

1.

Tentukan tempat-tempat yang pasti untuk belajar dengan nyaman dan jangan berpindah-pindah ke tempat yang lain.

2. Sedapat mungkin tentukan waktu yang pasti untuk belajar dan patuhi.
3.

Ciptakan komunitas-komunitas yang dapat mendukung kuliah, seperti lewat e-mail, chatting room di internet, dan sebagainya.

4. Tentukan pola tidur yang konsisten.
5. Kerahkan seluruh kemampuan konsentrasi pada apa yang sedang Anda pelajari.
6.

Singkirkan semua hal yang sangat mungkin dapat menggangu seperti radio dan televisi.

7.

Pada saat belajar, berorientasilah pada hasil dalam arti mengerti bukan pada nilai. Ini akan membantu Anda untuk tidak terjebak pada pola belajar menghafal.

Semua orang boleh memberikan satu, dua, atau bahkan ratusan kiat, namun semuanya menjadi tidak berarti jika tidak ada tekad kuat yang muncul dari motivasi pribadi. Kiat hanya dapat membantu Anda untuk mencoba cara, namun yang menjadi penentu keberhasilan kuliah Anda adalah Anda sendiri. Selamat mencoba !

Pencerahan Kompetensi Laboratorium di UB

Pencerahan Kompetensi Laboratorium di UB
19 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) berencana meningkatkan kompetensi seluruh laboratorium yang dimilikinya. Rencana tersebut diawali dengan menyusun company profile dari sekitar 152 laboratorium yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Jum'at (19/1) dilangsungkan kegiatan "Pencerahan Kompetensi Laboratorium di UB" yang dipandu oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS dan staf ahlinya, Prof. Ir. SM. Sitompul, PhD. Kegiatan yang dilangsungkan di gedung rektorat lantai delapan ini merupakan tindak lanjut dari "Presentasi Pembuatan Profil Laboratorium" yang dilangsungkan Kamis (11/2). Pada pertemuan kali ini, perwakilan masing-masing laboratorium menyerahkan materi yang meliputi aktivitas, road map, potensi serta aset. "Dengan terhimpunnya informasi ini, maka peneliti, akademisi serta mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri akan lebih mudah mengakses laboratorium UB. Dengan begitu maka akan banyak keuntungan yang didatangkan terutama ketika UB telah BHPMN nantinya", ungkap PR I dalam sambutannya.
Dalam sessi tanya jawab, masing-masing perwakilan laboratorium pun berkesempatan menyampaikan uneg-unegnya. Diantara masalah yang terkemuka adalah mis-konsepsi antara tri dharma perguruan tinggi yang memuat pengabdian masyarakat dengan semangat entrepreneurial university yang menuntut profit dalam berkontribusi kepada masyarakat. Selain itu mengemuka juga permasalahan dualisme nama laboratorium dalam dua fakultas serta perlunya mempertimbangkan aspek non fisik laboratorium diantaranya dalam hal mengatur laboratorium sebagai teaching laboratory, research laboratory serta service laboratory. [nok]

19 Februari 2010

Rekrutmen Bank Mandiri di UB

Rekrutmen Bank Mandiri di UB
18 Februari 2010
Salah satu bank terkemuka di Indonesia, Bank Mandiri, Kamis (18/1) menyelenggarakan walk in interview di Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan yang diikuti lebih dari seratus peserta ini dipusatkan di gedung widyaloka. Diwawancarai usai kegiatan, Senior Manager Human Resource Department (HRD) Bank Mandiri Pusat, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan lebih kurang 1000 pegawai pimpinan dan 1600 pegawai pelaksana. "Kami membutuhkan ribuan tenaga baru untuk dipersiapkan mengisi kursi yang ditinggal pegawai karena pensiun. Diperkirakan pada 2012 nanti lebih dari 1000 pegawai pimpinan kami akan pensiun", ungkap Bambang yang juga alumni Fakultas Ekonomi angkatan 1981 ini. "Mereka akan kami didik terlebih dahulu mulai sekarang sehingga diperkirakan pada 2012 nanti kami akan mulai bisa melihat hasilnya", tambah Bambang.
Untuk mempersiapkan tenaga baru ini, nantinya Bank Mandiri akan menggembleng mereka selama satu tahun yang meliputi pelatihan di kelas selama enam bulan dan enam bulan juga untuk On The Job Training (OJT). Guna mendapat kesempatan tersebut, ribuan pelamar dari seluruh Indonesia harus berkompetisi pada multi tahapan seleksi. Untuk kursi pegawai pimpinan, tahapan seleksi yang harus diikuti adalah walk in interview, TOEFL test, attitude test, Leaderless Group Discussion (LGD), final interview serta medical check up. Sementara untuk pegawai pelaksana, tahapan seleksi yang harus diikuti adalah walk in interview, ability test, medical check up serta final interview. "Untuk pelamar pegawai pimpinan, mereka harus berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Indeks Prestasi Kumulative (IPK) minimal 3.00. Sementara untuk pegawai pelaksana bisa dari PTN ataupun PTS dengan IPK minimum 2.75", ungkapnya menyampaikan persyaratan yang harus dipenuhi.
Walk in interview ini, menurut Bambang dilangsungkan di berbagai PTN di seluruh Indonesia diantaranya Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Brawijaya Malang. Usai mengelilingi berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Bambang pun memiliki cukup referensi untuk menilai kapasitas dan kemampuan alumni berbagai perguruan tinggi tersebut.
"Kemampuan Bahasa Inggris mereka lemah sekali. Selain itu mereka juga lemah dalam soft skill", tambahnya. Untuk menilai kemampuan tersebut, Bambang mengaku memiliki strategi tersendiri yaitu dengan memberi mereka studi kasus. "Dari studi kasus yang kami berikan, dapat diketahui mereka kuat dalam teori namun lemah untuk mengaplikasikannya di lapangan. Saya juga sulit menemukan mahasiswa dengan kemampuan akademik kuat sekaligus visioner", kata dia. Berkaitan dengan hal tersebut, ia menyarankan kepada para pelamar untuk lebih banyak membekali diri dengan Bahasa Inggris. "Dari interview di UB hari ini, kelihatan sekali para pelamar langsung jatuh ketika ditantang untuk berbahasa Inggris", kata dia. Meskipun begitu ia mengaku salut dengan kelebihan loyalitas yang dimiliki alumni UB. "Kebanyakan alumni perguruan tinggi di daerah seperti UB memiliki loyalitas atau dedikasi tinggi dibanding perguruan tinggi terkemuka di kota besar seperti UI, ITB, ITS ataupun UGM�, katanya. "Dugaan saya loyalitas mereka ini kemungkinan karena mereka tidak laku diluar atau juga memang tidak memiliki jaringan", guraunya.
Diakhir wawancara, Bambang Pramono mengaku pihaknya siap untuk bekerjasama dengan UB. "Walk in interview seperti ini kami lakukan hingga empat kali di UGM. Kami juga menginginkan hal yang sama juga di UB. Apalagi salah satu jajaran direksi Bank Mandiri juga alumni UB", pungkasnya. Dalam walk in interview hari ini, sebanyak 21 dari 149 pelamar dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. [nok]

Menteri Pertanian Malaysia Kunjungi Gelar Teknologi Jagung Hibrida Bima

Menteri Pertanian Malaysia Kunjungi Gelar Teknologi Jagung Hibrida Bima

Berita

Kunjungan Mentan Malaysian

Kunjungan Mentan Malaysia

Menteri Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia Datuk Sri Nuh Bin Haji Omar beserta rombongan dalam kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo mengunjungi lokasi Gelar Teknologi Jagung Hibrida Bima BPTP Gorontalo. Areal gelar teknologi jagung hibrida Bima merupakan lokasi pertama yang dikunjungi oleh Menteri Pertanian Malaysia sebelum mengunjungi lokasi usaha penggemukan di Kab. Bolaemo. Dalam kunjungan tersebut Menteri Pertanian Malaysia didampingi oleh Gubernur Provinsi Gorontalo, Ir. Gusnar Ismail, MM dan dihadiri oleh beberapa pejabat lingkup pertanian Provinsi Gorontalo ratusan petani desa Tri Darma dan Tolotio Kec. Pulubala serta desa Datahu Kec. Tibawa. Dikatakan bahwa jagung varietas Bima, khususnya Bima 5 mempunyai tongkol besar dan warna daunnya masih hijau walaupun sudah siap panen. Peneliti BPTP Gorontalo dalam penjelasannya mengatakan bahwa jagung hibrida varietas Bima merupakan produksi Badan Litbang Pertanian melaui Balitsereal Maros dan varietas ini pertama kali ditanam di Provinsi Gorontalo. Varietas Bima 5 dan Bima 1 mempunyai tongkol besar dan produktivitas tinggi dan dapat diintegrasikan dengan pengembangan ternak karena pada saat panen daun masih hijau yang masih baik dijadikan pakan ternak, sehingga varietas ini sangat cocok dikembangkan di Gorontalo Pada saat kunjungan tersebut, Menteri Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia Datuk Sri Nuh Bin Haji Omar dan Gubernur Provinsi Gorontalo Ir. Gusnar Ismail, MM sempat melakukan panen varietas Bima 5 dan antusias memperhatikan bahkan berkomentar bahwa varietas ini tongkolnya cukup besar dan belum pernah melihat jagung yang tongkolnya sebesar ini. Selain melakukan peninjauan jagung, Menteri Malaysia juga melakukan penanaman jagung di lokasi tersebut.(ps)
Menteri Malaysia dan Gubernur Gorontalo sedang mengamati jagung Bima 5

Menteri Malaysia dan Gubernur Gorontalo sedang mengamati jagung Bima 5

UB Ikuti Pameran Pendidikan di Jakarta


UB Ikuti Pameran Pendidikan di Jakarta
18 Februari 2010
Universitas Brawijaya (UB) mengikuti pameran pendidikan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Kegiatan yang diikuti lebih dari seratus Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS) terfavorit dan terkemuka di Indonesia ini diberi nama "19th Education And Training Expo 2010". Assembly Hall Jakarta Convention Centre (JCC) merupakan tempat penyelenggaraan acara ini, yang dilangsungkan selama 4 empat hari (11-14/2). Disampaikan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Dra. Welmin Soenyi Ariningsih, M.Lib, UB telah mengikuti kegiatan rutin tahunan ini untuk ketiga kalinya. Dengan pengaturan secara tertib, siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mengunjungi setiap stan perguruan tinggi yang turut serta. "Panitia telah mengatur sedemikian rupa, termasuk menyediakan biaya transportasi sehingga mereka datang bergantian secara teratur. Hampir setiap stan tidak pernah sepi pengunjung", kata dia.
Ajang pameran seperti ini, menurut Welmin, sangat strategis untuk mempromosikan UB. "Banyak diantara siswa tersebut belum mengenal UB. Mereka banyak menanyakan UB itu dimana atau juga UB itu swasta atau negeri", tutur Welmin dengan nada prihatin. Meskipun begitu, ia mengapresiasi tingginya animo dan antusiasme para siswa maupun guru/orang tuanya dalam menggali informasi yang tersedia di tiap stan. "Kedokteran masih terfavorit yang paling banyak menarik perhatian, setelah itu disusul Fakultas Teknik", ujarnya. "Meskipun begitu kami masih tetap memperkenalkan keberadaan fakultas lainnya", kata dia. Untuk itu, dengan serius dirinya menghimbau agar tiap-tiap fakultas menyediakan data dukung dan profil lembaganya baik berupa leaflet, brosur, poster ataupun booklet. "Tiap fakultas harus menyediakan informasi yang dibutuhkan peminat. Mereka jelas membutuhkan informasi seperti biaya kuliah, ilmu yang dipelajari, prospek kerja dan yang lainnya", ujar Welmin. Selain itu, mereka juga mempertanyakan berbagai hal seperti biaya hidup di Malang, akomodasi serta transportasi.
"Pada pameran ini saya membawa bahan yang sangat terbatas. Bahkan informasi tahun akademik mendatang, utamanya biaya perkuliahan belum ada", tandasnya. Oleh karena itu, Welmin yang dalam kesempatan tersebut mengajak sebagian Pembantu Dekan bidang akademik dan jajarannya mencoba memberikan informasi sedetail mungkin dengan referensi tahun sebelumnya. Bahkan, kepada pihak panitia, Welmin juga mengusulkan agar kegiatan semacam ini diajukan Bulan Januari karena pada pertengahan Februari, salah satu program seleksi mahasiswa yaitu Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) sudah ditutup. Sesuai trend yang berkembang saat ini, Welmin juga menekankan pentingnya informasi semua program, yaitu magister, doktoral maupun sekolah vokasi dan bukan hanya program sarjana saja. [nok]

18 Februari 2010

Jurnal Agrifor , Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Jurnal Agrifor , Ilmu Pertanian dan Kehutanan
vol VIII no 2 Oktober 2009
  1. strategi pengembangan kelurahan karang harapan sebagai kawasan agropolitan di kota tarakan.
  2. identifikasi jenis anggrek di hutan kerangas ekstrim tidak berterbakar
  3. aspek finansial revitalisasi tehnik silvikultur shorea di kaltim
  4. Pertumbuhan tanaman mahoni pada areal rehabilitasi hutan dan lahan di kutai
  5. pengaruh lama perebusan terhadap kandungan vitamin c dan kadar asam sianid pada berbagai varietas daun ubi kayu
  6. dimensi dan nilai turunan serat pulp kayu kenaf dari lahan datar
  7. analisis efisiensi usaha tani dan saluran pemasaran cabai keriting
  8. analisis pendapatanpetani pada lahan pasang surut di kelurahan tanjung selor hilir kabupaten bulungan
  9. penggunaan jenis ZPT alami untuk meningkatkan hasil tanaman sayur dalam upaya mewujudkan sistem LEISA di kota tarakan
  10. respon tanaman jagung terhadap pemberian bokashi brankas 136-142 jagung dan pupuk Urea

Prosiding Peragi Tahun 2008

Pemberdayaan Agribisnis
kedelai menuju Swasembada Nasional
(Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya kerjasama dengan Perhimpunan Agronomi Indonesia)

Kunjungan Mahasiswa IPB (mahasiswa Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB)

Kunjungan Mahasiswa IPB
18 Februari 2010
Sebanyak 42 mahasiswa Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Direktorat Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (22/2) akan berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB). Kegiatan rutin ini dimaksudkan sebagai upaya silaturrahim dan saling tukar informasi keilmuan antara kedua almamater. "Kegiatan semacam ini merupakan agenda rutin kedua institusi untuk saling mempererat jalinan kerjasama dan saling bertukar informasi", ujar Dr. Ir. Elok Zubaidah, MS, Ketua Jurusan THP, kepada PRASETYA Online.
Menurut rencana, rombongan IPB ini akan diterima terlebih dahulu oleh Dekanat didampingi Ketua Jurusan pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya mereka akan menuju Gedung D Lantai 3 FTP dan dilanjutkan mengunjungi laboratorium THP seperti Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan, Laboratorium Nutrisi Pangan serta Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Mereka juga direncanakan akan mengunjungi Food Processing and Training Centre (Pusat Pelatihan dan Pengolahan Pangan) yang dahulu bernama "Bogasari Baking School". Beberapa orang dosen ditambah Ketua Jurusan diagendakan akan mendampingi rombongan dari IPB ini. [kim/nok]

FP-UB Gelar Workshop Internasional INRM

FP-UB Gelar Workshop Internasional INRM
18 Februari 2010
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) bekerja sama dengan World Agroforestry Centre akan menggelar workshop internasional "Integrated Natural Resource Management (INRM)" selama seminggu (22-26/2). Gelaran ini merupakan rangkaian kegiatan networking antara Jerman, Kenya, Nepal, China, Thailand, Vietnam, Philippina, Malaysia dan Indonesia yang diikat dalam project "Trees in multi-Use Landscape in SouthEast Asia (TUL-SEA)". Project TUL-SEA didanai oleh The Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ/The German Organisation for Technical Cooperation) dan dikoordinir bersama antara "World Agroforestry Centre" dengan "University of Hohenheim, Jerman.
Project TUL-SEA diawali melalui pertemuan yang dilakukan di Basoan, Yunan, China tiga tahun lalu. Jurusan Tanah FP-UB juga merupakan bagian dari partner networking kegiatan tersebut.
Disampaikan Ketua Panitia, Ir. Widianto, MSc, kegiatan ini akan diikuti sekitar 47 peserta yang berasal dari negara-negara tersebut yang meliputi unsur pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Peneliti dan Perguruan Tinggi.
Pada hari pertama, disamping masyarakat internasional yang mengikuti workshop, juga akan diundang para birokrat di tingkat propinsi Jawa Timur, khususnya Malang Raya.
Komitmen Indonesia Kurangi Emisi
Mengapa Universitas Brawijaya dan peneliti Indonesia secara umum ambil bagian dalam kegiatan ini? Tahun 2007, kita semua terkaget-kaget bahwa Indonesia dituding sebagai negara ketiga terbesar di dunia sebagai pembuang gas emitter ke atmosfer yang menyebabkan pemanasan global. Gas emitter ini sebagian besar berasal dari alih guna lahan hutan dan pembukaan lahan gambut. Indonesia dinyatakan memberi kontribusi 8 persen emisi CO2 global. Tahun lalu, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan rencana Indonesia di pertemuan "The Group of 20 summit in the US city of Pittsburgh" bahwa "We are devising an energy mix policy including LULUCF (Land Use, Land Use Change and Forestry) from BAU (Business As Usual) that will reduce our emissions by 26 percent by 2020. With international support, we are confident we can reduce emissions by as much as 41 percent from current levels" (Kami merencanakan kebijakan energi mix termasuk LULUCF (penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan kehutanan) dari BAU yang akan mengurangi emisi kami hingga 26 persen pada 2020. Dengan dukungan internasional, kami percaya diri akan mampu mengurangi emisi hingga 41 persen dari keadaan sekarang).
Disisi lain, banjir, tanah longsor dan kerusakan biodiversitas terus terjadi. Semua ini bisa teratasi dan tercapai bila kegiatan kebakaran hutan dan deforestasi dapat dicegah dan dilakukan Natural Resource Management yang tepat. Kegiatan INRM membutuhkan spesifik lokasi untuk memahami tarik ulur kepentingan antara kebutuhan perikehidupan masyarakat dengan layanan lingkungan pohon di dalam ekosistem/agroekosistem. INRM harus dilakukan melalui pendekatan efektif biaya dan dapat dilakukan terus menerus oleh tenaga profesional lokal yang memiliki keahlian interdispliner.
Tenaga professional lokal ini diharapkan dapat membantu berbagai pihak untuk melihat pengaruh positif dan negatif peran pohon dalam berbagai penggunaan lahan yang terkait dengan perikehidupan masyarakat, manajemen air dan biodiversitas serta hak dan penghargaan atas keberadaan pohon di dalam landscape. Untuk kebutuhan tersebut World Agroforestry Centre di Asia Tenggara telah menggembangkan metode dan instrumen dukungan negosiasi untuk kaji cepat bentang alam, konflik penggunaan/pemilikan lahan, pemasaran, hidrologi, agro-biodiversitas dan cadangan karbon, serta simulasi model.
Metode dan intrumen ini dirancang untuk dapat mebuat skenario dampak bentang lahan terhadap akses pasar atau teknologi agroforestri. Metode dan instrumen TUL-SEA diharapkan dapat menjembatani gap persepsi para pihak (perbedaan paradigma pengetahuan masyarakat lokal, pengambil kebijakan dan peneliti/perguruan tinggi dalam mengelola sumberdaya alam). Selain itu, TUL-SEA juga diharap mampu meningkatkan pengakuan dan penghormatan antar sistem pengetahuan yang beragam di masyarakat serta menyediakan kuantifikasi tarik ulur antara dampak ekonomi dan lingkungan pada skala landscape dan memungkinkan analisis skenario yang masuk akal atas dasar data dan informasi yang tersedia.
Proyek TUL-SEA akan berakhir pada April 2010. Untuk itu workshop ini diselenggarakan guna melakukan sintesis output dan outcome dari berbagai pengalaman yang telah dilakukan di tujuh negara baik melalui pelatihan maupun implementasi metode dan instrumen TUL-SEA. [dik/nok]

SELAMAT DATANG DI FAKULTAS PERTANIAN UB MALANG

SEMOGA BLOG PUSTAKA INI BERGUNA BAGI KEMAJUAN PERTANIAN DI INDONESIA KHUSUSNYA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA